Ruqyah 2

اللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ ﴿٢٥٥﴾

allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” QS. Al-Baqarah: 255.(24)

Referensi

(24)HR. Bukhory no. 2311

Dan disebutkan dalam kelanjutan hadits tersebut bahwa orang yang membacanya ketika akan tidur maka Allah subhanahu wa ta'ala akan senantiasa menjaganya hingga waktu pagi.

Dan Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan riwayat lainnya yang menyebutkan bahwa Abu Hurairah yang menangkap setan tersebut akan menyerahkannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maka setan itu berkata kepada Abu Hurairah,

لَا تَفْعَلْ فَإِنَّكَ إِنْ تَدَعْنِي عَلَّمْتُكَ كَلِمَاتٍ إِذَا أَنْتَ قُلْتَهَا لَمْ يَقَرَبْكَ أَحَدٌ مِنَ الْجِنِّ صَغِيرٌ وَلَا كَبِيرٌ ذَكَرٌ وَلَا أُنْثَى قَالَ لَهُ: لَتَفْعَلَنَّ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: مَا هُنَّ؟ قَالَ: {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ حَتَّى خَتَمَهَا

“jangan lakukan (menyerahkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam), sesungguhnya jika engkau melepaskanku aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat jika engkau mengucapkannya maka tidak akan mendekatimu satu jin pun yang kecil maupun yang besar, yang lelaki maupun yang wanita. Maka Abu Hurairah bertanya? Apakan kamu benar akan melakukannya (mengajarkannya)? Setan itu menjawab: iya, Abu Hurairah bertanya: apa itu? Setan menjawab : اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ membaca ayat kursy hingga menyelesaikannya.” (Tafsir Ibnu Katsir 1/675)