اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ
Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.
“Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dikumpulkan.” (1)
(1) HR. Bukhori no. 6312
An-Nawawi berkata: yang dimaksud dengan kematian dalam doa ini adalah tidur, dan yang dimaksud dengan kebangkitan yaitu kebangkitan pada hari kiamat, maka dalam doa ini Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyamakan sadarnya seseorang dari tidurnya yang tidurnya itu seperti kematian yang kemudian dibangkitkan setelahnya. Syarhu An-Nawawi ‘Alaa Muslim 17/35)