للَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.
Allahumma faatirossamaawaati wal ard,'aalimal ghoibi wasysyahaadati robbi kulli syai in wamaliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta, a'uudzubika min syarri nafsii, wamin syarrisysyaithoni wa syirkih, wa an aqtarifa 'ala nafsii suuan au ajurruhu ila muslim
Artinya : “Ya Allah! Rabb Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nampak, Rabb segala sesuatu dan Pemiliknya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, dan setan dan kesyirikannya, atau aku menjalankan kejelekan terhadap diriku atau mendorong orang Islam kepadanya. ”(12)
Doa agung ini dibuka dengan pujian-pujian yang indah kepada Allah dengan tawassul melalui rububiyah Allah dan uluhiyyahnya, lalu meminta perlindungan kepada Allah.
(Rabb Pencipta langit dan bumi) yang menciptakan dari tidak ada menjadi ada, dan menciptakan tanpa ada contoh sebelumnya.
(Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nampak) bagi Allah yang ghaib maupun yang nampak sama saja, yang terang-terangan maupun yang tersembunyi di sisi Allah sama saja.
(Rabb segala sesuatu dan Pemiliknya) sehingga tidak ada sesuatupun yang keluar dari penciptaan dan kepemilikan Allah, termasuk Iblis dan pasukannya.
Setelah bertawassul dengan rububiyah Allah lalu bertawassul dengan uluhiyahNya (Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau)
Setelah memuji-Nya baru mulai berdoa memohon perlindungan-Nya :
(Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku), betapa seringnya kita hanya melihat kejahatan orang lain dan lupa bahwasanya diri kita juga bisa menjadi sumber kejahatan.
(dan dari setan dan kesyirikannya) yaitu perlindungan dari godaan syaitan yang sangat berat karena syaitan adalah musuh yang tidak terlihat sementara ia terus menggoda tiada henti-hentinya dan mendatangi manusia dari segala arah. Dan diantara godaan syaitan yang sangat berbahaya adalah seruannya kepada kesyirikan.
Dan diriwayatkan pula dengan lafadz وَشَرَكِهِ wa syarokihi (dari jeratan-jeratannya): artinya berlindung dari jeratan dan tali-tali perangkap yang dipasang oleh Syaitan (lihat Mirqootul Mafaatiih 4/1659), karena jeratan syaitan untuk memangsa dan menangkap anak-anak Adam sangat banyak dan bervariasi.
Doa ini merupakan bentuk perlindungan yang paling lengkap yang berkaitan dengan sumber keburukan, baik sumber keburukan internal yaitu kejahatan jiwa, ataupun sumber keburukan eksternal yaitu dari syaitan berupa jeratan-jeratan dan perangkapnya. Demikian juga akibat sumber kejahatan tersebut ada dua, yaitu menimbulkan kemudorotan kepada diri sendiri atau kepada orang lain (lihat Badaa’i al-Fawaid, karya Ibnul Qoyyim 2/209)
(12) HR. Ahmad no 51, Abu Daud no.5067 dan At-Tirmidzi no.3392 dan dishahihkan oleh Al-Albani dan para pentahqiq al-Musnad.