Dzikir Setelah Sholat 9

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyiba, wa ‘amalan mutaqobbala

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik)” (2)

Penjelasan

Kandungan

Kandungannya:

Dalam doa ini kita diajarkan untuk meminta 3 perkara yang sangat kita butuhkan:

1.Ilmu yang bermanfaat, karena segala sesuatu ketika ingin dikerjakan butuh terhadap ilmu, dan ketika suatu perbuatan yang dikerjakan tanpa ilmu makan ini hanya akan mendatangkan kerusakan. Bahkan dalam masalah beribadah pun kita butuh ilmu agar bisa mengamalkan ibadah sesuai dengan apa yang Allah inginkan dan semua itu tidak mungkin tercapai tanpa adanya ilmu. Dan jangan sampai kita seperti orang-orang Nashoro yang beramal tanpa adanya ilmu sebagaimana yang firmankan,

{غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ}

“bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS Al-Fatihah: 7). Berdasarkan ayat ini Ibnu Katsir mengatakan dalam tafsirnya,

فَإِنَّ طَرِيقَةَ أَهْلِ الْإِيمَانِ مُشْتَمِلَةٌ عَلَى الْعِلْمِ بِالْحَقِّ وَالْعَمَلِ بِهِ، وَالْيَهُودُ فَقَدُوا الْعَمَلَ، وَالنَّصَارَى فَقَدُوا الْعِلْمَ؛ وَلِهَذَا كَانَ الْغَضَبُ لِلْيَهُودِ، وَالضَّلَالُ لِلنَّصَارَى، لِأَنَّ مَنْ عَلِمَ وَتَرَكَ اسْتَحَقَّ الْغَضَبَ، بِخِلَافِ مَنْ لَمْ يَعْلَمْ. “maka sesungguhnya jalan orang-orang yang beriman mencakup terhadap ilmu yang haq dan mengamalkannya, dan orang-orang yahudi tidak mengalkan (ilmunya) sedangkan orang-orang nashoro tidak memiliki lmu, oleh karenanya orang yahudi mendapatkan murka sedangkan orang-orang nashoro mendapatkan kesesatan, karena orang yang mengetahui lalu meninggalkan (pengamalan berhak untuk mendapatkan kemurkaan, berbeda dengan orang yang tidak mengetahui” (Lihat: Tafsir Al-Quranil ‘Azhim 1/141)

2.Meminta rezeki yang baik, maksudnya adalah rezeki yang halal juga baik, sebagaimana Allah firmankan

يا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلالاً طَيِّباً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُواتِ الشَّيْطانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqoroh: 168)

Dan ini adalah salah satu ciri sifat orang yang beriman bahwasanya mereka hanya mencari rezeki yang halal saja, tidak seperti orang-orang kafir yang mereka tidak perduli dengan apa yang mereka makan entah itu halal atau baik.

3.Amalan yang diterima, tidak ada sesuatu yang lebih diharapkan dari seorang hamba melebihi dari diterimanya amalannya, dan agar diterimanya suatu amalan maka harus terpenuhi didalamnya 2 syarat: ikhlas dan ittiba’. Dan juga ketika amalan seseorang diterima menunjukkan bahwasanya ia adalah orang yang benar-benar bertaqwa ketika mengamalkan amalan tersebut, sebagaimana yang Allah firmankan

إِنَّما يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Maidah: 27)

Kesimpulannya amalan yang kita kerjakan ketika kita tidak bertakwa ketika mengamalkannya maka Allah tidak akan menerimanya, karena berdasarkan ayat di atas menunjukkan bahwa Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertakwa.

Doa meminta ilmu yang bermanfaat didahulukan sebelum meminta rizki yang halal dan amal yang diterima, karena dengan ilmu yang benarlah bisa diketahui mana rizki yang bermanfaat dan mana amal shalih yang memenuhi persyaratan agar diterima oleh Allah.

Demikian juga doa ini dibaca selepas shalat subuh, karena itu adalah pembuka hari, setelah itu seorang hamba akan dibimbing oleh untuk mencari rizki yang halal dan beramal yang diterima.]) (Dibaca setelah salam dari shalat Shubuh)

Referensi

[2] HR Abu Dawud Dalam Musnadnya 3/179 No 1710, Ishaq dalam musnadnya 4/137 No 1909, Ahmad dalam musnadnya 44/221 No 26602.