اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Allahummagh fir lii wa tub álayya, innaka antat tawwaabur rohiim
“Ya Allah ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau adalah maha penerima taubat dan maha penyayang” (2)
Setelah shalat sunnah (selain witir dan dhuha)
Tidak ada dzikir khusus, maka silahkan berdzikir dengan yang dikehendaki tanpa melanggengkan dzikir tersebut karena tidak ada dalil yang shahih yang menunjukan adanya dzikir khusus, dan jika tidak bedzikir juga tidak mengapa.
(2) Berdasarkan hadits A’isyah, beliau berkata :
صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الضُّحَى، ثُمَّ قال: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ" حَتَّى قالها مائة مرة.
“Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat dhuha kemudian beliau membaca: “Ya Allah azza wa jalla sesungguhnya kau meminta ampun kepadamu dan ampunilah aku sesungguhnya engkau adalah maha pengampun lagi maha penyayang” dan beliau membacanya sampai 100 x”.(H.R. Bukhori Adab Al Mufrod No.619 dan dishohihkan oleh Al Haitsami, Majma’ul Fawaid Wa Manba’ul Fawaid, No.3403, dan dinyatakan shohoih al isnad oleh syaikh Al Albani, Shohih Adab Al Mufrod 619/483)])