اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ، وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً، فَاقْبِضْنِى إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ
"Allaahumma innii as-aluka fi'lal khoiroot, wa tarkal munkaroot, wa hubbal masaakiin. Wa idzaa arod-ta bi'ibaadika fitnatan, faq-bidh-nii ilaika ghoiro maftuun wa asaluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wa hubba 'amalin yuqorribuny ila hubbika"
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq agar bisa mengamalkan semua kebaikan, meninggalkan semua kemungkaran dan bisa mencintai orang miskin. Jika Engkau menghendaki bagi hamba-hamba-Mu ujian (fitnah), maka wafatkanlah aku tanpa terkena fitnah itu, dan aku meminta kecintaan-Mu dan kecintaan orang-orang yang mencintai-Mu dan kecintaan kepada suatu amalan yang mendekatkanku kepada cinta-Mu"
Doa ini mencakup beberapa permohonan penting bagi seorang muslim: kemampuan untuk melakukan kebaikan, meninggalkan kemungkaran, mencintai orang-orang miskin, perlindungan dari fitnah, dan yang terpenting adalah kecintaan kepada Allah, kecintaan kepada orang-orang yang mencintai Allah, serta kecintaan pada amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.